minamiluvfanfic

Fanfiction Yewook Couple – Don’t Hurt My Heart Chapter 4

Tinggalkan komentar

Don’t Hurt my Heart

Anyeong chingu,,,
Gimana kabarnya?? Baik – baik aja kan?
Oke,, langsung aja ke cerita, Met baca Chingu…

Cast:
Kim Ryeowook = 20 th (GS)
Kim Jong Woon a.k.a Yesung = 21 th
Choi Yuri = 19 th
Choi Siwon = 45 th
Choi Kibum = 44 th (GS)
Kim Jaejoong = 38 th (GS)

Cerita ini Fiktif belaka aja ya… jika ada kesamaan cerita Min minta maaf deh, maklum min Cuma manusia… tapi suer dah 100% cerita ini asli berasal dari pemikiran Min sendiri… kalo pemainnya udah pasti milik Tuhan, kelurga masing – masing dan juga fans – fansnya. Min Cuma minjem namanya doang kok…! hehehehehe…..

Rate : masih T+ deh…

Summary : Tak pernah sekalipun terbesit dalam benakku untuk mengambil milik adikku, sekalipun dia dan ibunya telah merebut apa yang seharusnya juga menjadi hakku. Tapi semua berubah ketika dia datang kehidupanku yang menyedihkan ini.

Chapter 4

Author POV

Seminggu sudah sejak hari ketika Siwon mengatakan akan menjodohkan Ryeowook dengan Donghae. Seminggu ini pula Ryeowook tak bertemu lagi dengan yesung, atau lebih tepatnya Ryeowook selalu menghindari bertemu dengan yesung. Ia masih cukup kesal dengan kelancangan yesung dan yuri yang seenaknya membicarakan aibnya. Rencana pertunangannya pun berjalan dengan lancar, kedua keluarga telah bertemu untuk membahas acara pertunangan yang akan dilakukan 2 minggu lagi. Memang terbilang cukup cepat sebenarnya. Tapi itulah keinginan dari pihak keluarga Lee.

“ Bersiaplah, kita akan ke butik langganan Eomma untuk memesan gaun pesta pertunanganmu. Ini akan menjadi acara yang meriah, kau tak boleh tampil biasa saja. “ Tutur Kibum menyadarkan Ryeowook dari lamunannya.
“ Ne.. ” Jawab Wookie singkat. Sungguh ia sangat tidak bersemangat mempersiapkan semua ini
“ Eomma tau kau masih belum bisa menerima perjodohan ini. Tapi, ini adalah yang terbaik untukmu Wookie. Jadi, mulai sekarang cobalah untuk menerima kehadiran Donghae sepernuh hatimu. Ia pasti bisa menjadi calon suami yang baik untukmu. “ Ucap kibum meyakinkan Ryeowook.
“ Terbaik untukku atau untuk bisnis kalian huh~ “ Dengus Ryeowook.
“ Eomma tau kau membenci kami. Apalagi dengan adanya perjodohan ini. Tapi, ketahuilah Wookie memang hanya ini jalan yang terbaik untukmu keluar dari kehidupanmu yang seperti sekarang ini. Eomma memang tak pernah bisa memberikan apa – apa untukmu bahkan Eomma tak pernah bisa menjadi ibu yang baik untukkmu. Hanya jalan ini yang bisa Eomma dan Appamu berikan agar kau mendapatkan kehidupan dan status yang layak. “ Lirih kibum
“ Aku tidak pernah meminta apapun dari kalian. Aku bahkan tidak menuntut kalian memberikan pengidupan yang layak untukku. Jadi, tak bisakah kalian berhenti menyakiti batinku? “ Kata Ryeowook tak kalah lirih dari Kibum. Biarpun Ryeowook sedang marah pada Kibum ia tak pernah bisa meneriaki kibum dengan kata – kata kasar. Ia masih menghormati istri Appanya tersebut.
“ Maafkan aku Wookie,, “
“ Maafmu takkan cukup mengobati apa yang telah kau torehkan kepada aku dan Oemmaku. Karena dirimu dan Yuri telah merebut semua kebahagiaan kami. Kau telah merebut Appa dari kami. “ Lanjut Ryeowook. Matanya sarat akan luka ketika mengenang masa lalunya.
“ Hiks,, maafkan Eomma Wookie. Oemma tau jika oemma bersalah kepada kalian, tapi semua ini adalah takdir yang tak bisa lagi dihindari. “ Wajah seputih salju itu mulai basah dengan air mata. “ Itu semua adalah kesalahan Eomma, bukan Yuri. Yuri tidak mengerti apapun. Jangan membenci Yuri, dia tetaplah adikmu. Hiks “ Lanjut Kibum.
“ Berhentilah menagis. Air matamu takkan bisa menghapus apapun. “ Ucap Ryeowook, bagaimanapun ia tetap tidak tega melihat Kibum menangis seperti itu.
“ Mungkin saat ini aku belum bisa membantumu. Tapi peganglah kata – kataku ini, suatu saat aku akan membantumu tak peduli apapun yang terjadi. Aku akan membelamu jika kau memang benar. Sekalipun jika anakku malakukan kesalahan padamu atau menyakitimu, maka aku bersumpah sekuat tenaga akan membelamu dan membantumu. Inilah janjiku untukmu. “ Kibum mengucapkannya dengan keyakinan penuh.
“ Baiklah ku pegang janjimu. Suatu saat aku akan menagih janji itu. “
“ Ne~ ” Kibum menampilkan senyum terbaiknya. “ Kajja,, kita harus tetap memesan gaun pertunangan untukmu. “ Sambung kibum sembari menghapus sisa lelehan air matanya.

Sementari itu Ryeowook hanya diam saja. Ia membiarkan lengan Kibum membimbingnya beranjak dari kamarnya. Membiarkan Kibum membawanya kebutik tempat gaunnya akan dipesan. Gaun pesta pertunangan yang tak pernah diinginkannya.

Malamnya seperti biasa Ryeowook datang ke Insome bar untuk bertemu dengan Eomma kandungnya, Jaejoong, dan mengawasi keadaan bar. Ryeowook memasuki sebuah ruangan yang didalamnya terdapat cermin satu arah. Sehingga ia bisa mengawasi keadaan bar tanpa gangguan dari orang lain. Matanya menerawang kedepan menatap lautan manusia yang tengah tenggelam didalam dentuman musik. Masing – masing mencari surga dunia yang ditawarkan dunia gemerlap.

Mereka tidak perduli dengan orang lain. Mereka hanya peduli dengan kenikmatan yang ingin mereka rasakan. Saling berciuman dengan panas bahkan saling menggesekkan tubuh mereka tanpa rasa canggung apalagi malu. Terkadang Ryeowook merasa penasaran dengan sensasi yang orang – orang itu rasakan. Tapi ia masih sadar diri dan punya rasa malu untuk mencoba hal tersebut. Sekalipun Oemma kandungya pemilik bar, namun semenjak kecil ia telah diajarkan untuk menjadi seorang wanita terhormat yang harus menjaga harga dirinya. Ia tak boleh menyerahkan dirinya kepada sembarang orang.

Ketika Ryeowook tengah mengawasi lautan manusia itu tanpa sengaja tatapan matanya tertuju kepada sesosok namja yang terlihat familiar. Namja yang memiliki rambut sehitam malam dan ukuran kepala yang lebih besar daripada orang kebanyakan (#plak!! Ditabok sama yeppa). Yesung, namja itu muncul dengan wajah kesal. Obsidian kelamnya menatap tajam yeoja – yeoja yang ingin mendekatinya. Mengintimidasi orang terdekatnya.

Ryeowook tidak ingin ambil pusing dengan kehadiran namja tersebut. Toh setiap orang berhak berada dimanapun yang mereka inginkan. Selama namja tersebut tidak mengusiknya ataupun merugikannya terserah dia mau melakukan apa. Kurang lebih begitulah yang ada dalam pikiran Ryeowook.

“ Aku ingin bertemu Ryeowook.” Ucap yesung kepada salah seorang bartender.
“ Nona sedang tidak berada ditempat. “ bohong bartender tersebut
“ Aku tahu dia sedang ada disini. “
“ Ck~ aku bilang nona Ryeowook tidak ada disini. Silahkan ada datang lain kali jika ingin bertemu dengannya. “ Usir sang bartender.
“ Jangan berbohong padaku. Kau tau siapa diriku bukan? “ kukuh Yesung.
“ Ha-ah… Baiklah. Ikut aku. Tapi kuharap kau tidak mengusik emosi nona. “

Tok.. tok.. tok…

“ Masuk. “ Perintah Ryeowook dari dalam ruangannya.

Ckleeekk..

“ Mian Agashi tapi dia memaksa. “
“ Gwenchana Ajusshi. “ Ujar Ryeowook memaklumi. “ Masuklah Yesung – ssi.” Lanjutnya.

“ Jadi, ada urusan apa? “ Tanya Ryeowook langsung sepeninggal sang bartender.
“ Kau tahu siapa Oh Sangjin? “
“ Hmm,, Wae? ”
“ Ceritakan padaku siapa dia! “
“ Apa yang ingin kau ketahui? “
“ Semuanya. “
“ Baiklah kuharap kau tidak menyesal dengan keinginanmu. “ Ucap Ryeowook sarkatik. “ Sangjin adalah mantan Yuri. Teman kecil kami. Seorang calon dokter muda. Dia dan Yuri berpisah karena sangjin melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Pada awalnya mereka masih menjalani hubungan jarak jauh. Namun, selama di Amerika perasaan Sangjin berubah ia jatuh cinta kepada salah seorang teman kuliahnya. Padahal saat itu mereka sudah terikat tali pertunangan. “

Ryeowook menhela nafas sesaat

“ Sangjin memutuskan hubungannya dengan Yuri melalui sebuah pesan singkat. Dia mengatakan jika ia merasa tidak cocok lagi dengan yuri. Yuri sangat terpukul, tidak mudah baginya untuk melupakan Sangjin. “
“ Mengapa? “ Tanya Ryeowook.
“ Tentu saja karena Sangjin merupakan cinta pertamanya dan juga orang yang telah~ Ups.. “ Ryeowook meruntuki kebodohannya yang hampir saja membongkar rahasia Yuri
“ Telah apa Ryeowookie? “ Tanya Yesung penasaran
“ Sebaiknya kau tanya sendiri pada Yuri. ” Jawab Ryeowook
“ Ceritakanlah, pasti takkan mengatakan yang sebenarnya. “
“ Aku tak bisa. “
“ Aku memaksamu untuk mengatakannya Ryeowookie. “ Yesung menatap tajam Ryeowook
“ Ha ~ ah. Baiklah jika itu maumu. Tapi kuharap hal ini tidak akan merusak hubunganmu dengan Yuri. “ Ucap tulus ia mengambil jeda sejenak sebelum melanjutkan kata – katanya. “ Oh Sangjin adalah seorang yang telah mengambil keperawanan Yuri. “ Lirih Ryeowook. “ Maka dari itu tidak akan mudah bagi Yuri untuk melupakannya. Sangjin adalah yang pertama. “ Lanjutnya.

Seketika wajah Yesung bertambah kelam. Urat diwajahnya muncul pertanda ia sedang menahan marah. Ia berjalan meninggalkan Ryeowook begitu saja.

Sekali lagi Ryeowook meruntuki kebodohannya yang telah membeberkan kehidupan masa lalu Yuri pada Yesung. Ia merasa tidak ada bedanya dengan Yuri. Hufth… Ryeowook merasa semakin frustasi dengan bertambahnya masalah ini. Tidakkah cukup ia frustasi memikirkan pertunangannya dengan Donghae? Sekarang harus ditambah dengan urusan Yuri.

Skip Time

Sore hari di kediaman keluarga Choi..

Ryeowook tengah asyik surfing di dunia maya tiba – tiba dikagetkan dengan suara teriakan Yuri..

Tap…
Tap…
Tap…

Braakkk…

“ Onnie…! “ Teriak Yuri.
“ Waeyo? “ kesal Ryeowook karena kegiatannya diinterupsi oleh suara melengking Yuri.
“ Ya ! Apa yang sudah kau bicarakan dengan Yesung Oppa? “ Hardik Yuri. “ Berani benar kau mengatakannya! “
“ Hah..?! bukannya kau juga melakukan hal yang sama denganku!! “ Cemooh Ryeowook
“ Mulutmu itu RACUN. “
“ Jika aku racun, lalu apa dirimu dan Eommamu itu? Toh aku hanya menceritakan kebenarannya. “
“ Hiks…” Yuri mulai terisak. “ Benar kata haraboji, hiks,,, kau tidak tulus. Hiks.. kau sejak awal ingin menghancurkan kebahagiaanku. Hiks… Hiks… “ Tuduh Yuri
“ Huh.. kau memangnya apa untungnya buatku menghancurkan kebahagiaanmu! Aku masih punya banyak hal penting yang harus kuurus daripada mengurusimu! “ Dengus Ryeowook.
“ Sialan kau Kim Ryeowook. “ Umpat Yuri.
“ Whatever.. “ Ucap Ryeowook tak peduli.

Seperti biasa setelah pertengkarannya dengan Yuri akan selalu berakhir dengan kekalahan Ryeowook. Tak ada seorangpun yang akan membelanya, apalagi jika meraka mulai mengungkit – ungkit tubuh yuri yang lemah hingga posisi dirinya.

Ryeowook hanya bisa memandang jengah ocehan dan amukan dari Appanya maupun sang Haraboji. Memangnya apa lagi yang bisa Ryeowook lakukan? Membantah mereka hanya akan memperkeruh suasana. Kibum? Jangan ditanya, ia pasti sedang menenangkan anaknya.

Hari ini Ryeowook datang ke Insome bar dengan sedikit terlambat karena keadaan rumahnya. Ia sudah merasa sangat suntuk langsung saja menuju meja bar dan meneguk beberapa gelas alkohol. Jaejoong yang melihatnya pun hanya membiarkan sang anak. Ryeowook sama kerasnya dengan dirinya, jadi percuma saja dia melarang Ryeowook.

Ditengah kegiatannya, Ryeowook dikagetkan dengan sebuah tepukan dibahunya. Ketika ia membalikkan tubuhnya, ia melihat sosok Yesung yang berdiri dengan wajah yang tak jauh beda dari kemarin.

“ Apalagi yang ingin kau tanyakan padaku? “ Ucap Ryeowook ketus.
“ Tidak ada. “ Jawab Yesung datar.
“ Lalu? Buat apa lagi kau datang kemari? Lebih baik kau urus saja kekasihmu itu! “ Ryeowook sangat kesal dengan kehadiran Yesung. Membuat moodnya yang buruk bertambah buruk.
“ Ha-ah.. Tidak bisakah kau lebih lembut? Aku hanya sedang membutuhkan teman bicara. Teman yang bisa mendengarkanku. “ Yesung terlihat lelah
“ Kalau begitu tidak seharusnya kau datang kemari. Jika kau butuh teman kenapa tidak mendatangi rumah teman – temanmu saja. “ balas Ryeowook tanpa peduli dengan wajah lelah yesung.
“ Tapi sepertinya hanya denganmu aku bisa berbicara dengan nyaman? “
“ Tapi aku tak nyaman denganmu. Kau membuat hidupku sulit. “
“ Mianhae aku tak bermaksud menyulitkanmu. “ Sesal Yesung.
“ Sudahlah. Kata maafmu tidak penting. Jadi apa yang ingin kau bicarakan. “

Yesung yang telah duduk di kursi sebelah Ryeowook menatap wajah Ryeowook sesaat sebelum membicarakan permasalahannya.

“ Pria bernama Oh Sangjin itu ternyata telah kembali ke korea. “
“ Ya, aku sudah tau. “ Ryeowook menanggapinya dengan santai.
“ Huh.. ternyata aku saja yang belum tahu. “ Dengus Yesung. “ Yuri bertemu dengannya tanpa sepengetahuanku. Dia membatalkan janji kami hanya untuk bertemu dengan pria itu. Bahkan ia berbohong denganku mengatakan bahwa ia ada kelas tambahan, padahal ia tengah bertemu dengan pria itu. “
“ Bagaimanapun cepat atau lambat mereka akan bertemu. Tidakkah kau memikirkan itu Yesung ssi? Harusnya kau memang telah mempersiapkan diri pabbo! “
“ Yah.. aku tidak bodoh! Aku hanya terlalu lambat mengetahuinya. “
“ Ya, dan kau selambat kura – kura. “ Ejek Ryeowook.
“ Terserah apa katamu. “
“ Jangan mengambek seperti itu. Kau sama sekali tidak pantas melakukannya kkk~ “ Kekeh Ryeowook.
“ Aku dan Yuri berpisah. “ Ucap Yesung tanpa memperdulikan kekehan Ryeowook.
“ Mwo? ” Ryeowook melotot kaget. “ Kau gila! Bukannya kau mencintai Yuri kenapa sekarang kau memutuskannya? “
“ Aku tak memutuskannya Wookie. Kami hanya berpisah sementara hingga Yuri bisa melupakan mantan namjachingunya. “ Jelas Yesung. “ Aku tidak mau berpacaran dengan orang yang mencintai orang lain. Aku juga masih butuh waktu untuk menerima keadaanya yang sudah menyerahkan dirinya pada orang selain diriku. “
“ Ya! Jika kau tulus mencintai Yuri, tidak seharusnya kau mempermasalahkan keperawanannya bukan! “ Tegur Ryeowook.
“ Aku tahu, hanya saja rasanya saat ini masih sulit. Aku butuh waktu kembali untuk menerimanya. Setidaknya hingga ia mengatakan kalau dia tidak lagi mencintai mantannya. “
“ Ck~ kau keterlaluan. Kau tahu gara – gara dirimu masalahku semakin bertamabah. “ keluh Ryeowook.

Yesung hanya menatap manik caramel Ryeowook dan melemparkan permohonan maaf secara tersirat melalui obsidiannya.

“ Ha~ah..” Lagi Ryeowook hanya bisa mendesah frustasi. Orang di sampingnya ini benar – benar membawa masalah untuknya. Ia mencamkan dalam hatinya untuk sebisa mungkin menghindari yesung. Cukup dua pertemuan pertama mereka yang menghasilkan masalah untuk Ryeowook. Ups,, mungkin akan ada masalah ketiga untuk Ryeowook dari namja disebelahnya. Mengingat ini pertemuan ketiga mereka.

Yah,, kita berdoa saja semoga pertemuan ketiga ini tidak membawa masalah yang lebih besar untuk Ryeowook.

Ryeowook kembali akan menenggak minumannya ketika sebuah tangan yang sedikit lebih besar darinya menghentikan pergerakannya dan merebut gelasnya. “ Ya! Apa yang kau lakukan! “ kesal Ryeowook melihat Yesung menghabiskan minumannya.
“ Kupikir sekarang ini aku butuh minuman. “ Ucap Yesung setelah menghabiskan minuman Ryeowook.
“ Menyebalkan! Tidak bisakah kau memesannya sendiri. “ Sungut Ryeowook.

Yesung tidak membalas perkataan Ryeowook. Tidak butuh waktu lama yesung merasakan pening. Tak lama ia merasa tubuhnya seakan melayang. Seakan ia tidak lagi menapaki bumi.

Brruukk…

Yesung terjatuh dari tempat duduknya dan menindih Ryeowook.

“ Aish,, dasar menyebalkan. Tidak kuat minum eoh? Baru segitu saja sudah mabuk. “ Ryeowook menggeliatkan tubuhnya berusaha untuk melepaskan diri dari tindihan yesung. Tapi rupanya tubuh mungil Ryeowook tak cukup kuat untuk menggeser tubuh kekar yesung.

Setelah ditolong oleh salah seorang bartendernya Ryeowook baru bisa melepaskan diri dari Yesung. Ryeowook sebenarnya ingin meninggalkan yesung begitu saja dan membiarkan pihak keamanan mengurus Yesung. Namun karena merasa tidak tega melihat yesung yang akan dilempar (?) keluar bar begitu saja, pada akhirnya Ryeowook memutuskan untuk menolong yesung.

“ Kau memeng selalu membawa masalah untukku. Benar – benar sial nasibku bertemu denganmu. “ Keluh Ryeowook.

TBC…

Di chapt ini Min berusaha menampilkan konflik antara Ryeowook, Kibum, Yuri dan Yesung. Semoga aja maksudnya Min bisa ditangkap sama Readers. Untuk Chap depan Min akan kembali menghadirkan permasalahan antara Yesung dan Ryeowook.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s